8 Gaya Hidup Berlebihan Dampak Buruk Bagi Diri Sendiri

Avatar
Gaya Hidup Berlebihan

Gaya hidup Berlebihan atau lifestyle adalah bagaimana tingkah laku, pola dan cara hidup yang ditunjukkan oleh seseorang. Hal ini juga menyangkut aktivitas, minat, dan kesukaan. Dari sisi ekonomi, gaya hidup berarti bagaimana seseorang membelanjakan uang yang mereka miliki. Tidak jarang gaya hidup seseorang itu berlebihan, namun yang perlu diketahui bahwa gaya hidup berlebihan dampak buruk bagi diri sendiri.

Memiliki Rasa Gengsi yang Terlalu Tinggi

Gaya hidup berlebihan atau konsumtif yang kamu lakukan hanya karena gengsi yang tinggi dan agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain hanya akan membuatmu lelah. Kamu tidak perlu hidup untuk dipandang dan dikagumi oleh orang lain. Buang jauh sifat ini karena ini hanya akan merugikanmu. Kamu harus sadar bahwa gaya hidup berlebihan dampak buruk bagi diri sendiri dan hanya akan menyengsarakanmu.

Update dan Mengikuti Trend Terbaru

smiling young ethnic female messaging on smartphone and petting cat on bed
Photo by Sam Lion on Pexels.com

Mengikuti hal terbaru memang tidak salah. Namun hal ini bisa menjadi masalah jika kamu mengikuti trend ini secara berlebihan dan memaksakan diri. Jika kamu selalu mengikuti trend, sesungguhnya yang harus kamu sadari bahwa trend ini tidak pernah ada habisnya dan seharusnya kamu bisa mengontrolnya. Kamu harus membatasi, paham, dan sadar bahwa gaya hidup berlebihan dampak buruk bagi diri sendiri.

Hidup Bermewahan

Gaya Hidup Berlebihan
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Sekalipun kamu memiliki uang yang cukup atau banyak, hidup bermewahan tidaklah baik. Hidup bermewahan hanya akan mendatangkan berbagai macam masalah seperti misalnya haus pengakuan dan senang jika diperhatikan orang lain. Hal ini akan membuatmu menjadi orang yang senang pamer. Oleh sebab itu, kamu harus sadar bahwa gaya hidup berlebihan dampak buruk bagi diri sendiri dan bahkan orang lain.

See Also
manfaat kemiri untuk rambut

Membeli Produk Atas Dasar Ingin, Bukan Butuh

worried young woman sitting near broken automobile at roadside in countryside
Photo by Gustavo Fring on Pexels.com

Jika kamu sering membeli sesuatu bukan karena butuh, tapi hanya karena ingin, kamu harus belajar untuk meninggalkan kebiasaan ini. Kamu harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Jika terus-menerus seperti ini, kamu tidak akan pernah puas, karena sejatinya keinginan tidak ada habisnya. Oleh sebab itu, kamu harus sadar bahwa nantinya gaya hidup berlebihan dampak buruk bagi diri sendiri.

Memilih Teman

Hidup Berlebihan
Photo by Charles Parker on Pexels.com

Kamu harus sadar juga bahwa dengan siapa kamu bergaul akan menentukan bagaimana gaya hidupmu. Jika kamu terus berhubungan dengan orang konsumtif, maka kamu akan terus-terusan menjadi orang yang konsumtif. Oleh sebab itu, kamu harus bisa mencari teman dan mengerti bahwa gaya hidup berlebihan dampak buruk bagi diri sendiri.

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (16)
  • setuju banget membeli barang harus berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. karena akan lebih bisa ngerem saat belanja

  • Gimana ya… Poin ketiga itu aku banget. Gampang khilaf. Keinginan yang begitu tinggi padahal butuh juga kagak. Hiks, kebiasaan buruk. Jangan ditiru.

  • Untung aku gak termasuk orang yang suka timbun barang hihi.. apalagi sekarang sedang berkembang gaya hidup minimalis. Jadi lagi mencoba ke arah sana, meski harus bertahap

  • Setuju sekali kakak, gaya hidup berlebihan banyak mendatangkan kerugian ya kakak.. Semoga kita semua dimampukan lebih baik lagi.. Amin..

  • apalagi hidup suka nongkrong terus tapi uang suka berkurang nah itu penyakit sebagian generasi milienal dan Z suka habiskan uang untuk game, belanja online, dan nongkrong kehidupannya jadi hedon

  • Well, hari gini tuh penting sih gak hidup berlebihan apalagi gak sesuai dengan income, cukup sesuaikan denga kemampuan finansial plus juga penting tuh punya manajemen keuangan pribadi yang fokus ke masa depan

  • Gaya hidup harus disesuaikan dompet dan juga kebutuhan. Jangan sampai salah pergaulan dan membuat dompet teriak, memilih teman ibarat memilih cerminan diri kita ya, biar kita gak nyasar dan malah kacau

  • bener, kalau ngikuti trend itu memang nggak ada habisnya. Baru beli keluaran terbaru model A, eh seminggu kemudian muncul lagi model A versi x.

  • Memilih teman yang baik adalah salah satu penyelamat ketika kita berlebihan, maka teman akan mengingatkan kita.
    memilih teman yang positif adalah hal yang paling penting sekarang ini ya kan Kak. Dari mereka maka kita pun akan mendapat aura positif.

  • bener nih, apalagi kadang kita perempuan suka laper mata yak wkkww. maunya beli ini itu, padahal belum tentu dipakai. wah makasih pengingatnya yaa.

  • Yang berlebihan emang nggak pernah baik sih, apalagi soal gaya hidup. Segede apapun penghasilan, kalau ngurusi gaya hidup gabakal cukup. Thanks sudah diingatkan kak biar nggak kalap

  • Hidup yg berlebihan sama dengan hidup yg kebanyakan gaya. Kalo sdh kebanyakan gaya, hidup jadi penuh manipulasi. Akhirnya jadi susah sendiri.

  • Memilih teman itu kudu yah, agar memperoleh teman yang berkualitas, karena kl teman kita buruk pastinya akan memberikan pengaruh buruk pula bagi diri kita. Yang gak boleh mgkin pilih-pilih teman berdasarkan kekayaannya. mestinya kita memperlakukan semua teman sama saja, yang lebih dilihat adalah akhlaknya

  • Bener bgt untuk mengikuti trend itu gak apa2 tapi trend itu tdk ada habisnya huhuhu jd kita jg harus pintar mengontrol diri juga agar tidak sampai keblabasan ya hehe yah semoga aja kita mampu mengikuti trend tanpa mengorbankan yg lain misal hutang atau jual barang berharga demi gengsi hmmm jgn sampai

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top